PBB Memperingati Hari Solidaritas Dengan Palestina

PBB Memperingati Hari Solidaritas Dengan Palestina

PBB Memperingati Hari Solidaritas Dengan Palestina – PBB memiliki banyak kasus kemanusiaan dan perdamaian yang perlu diselesaikan. Salah satu kasus yang belum selesai hingga hari ini adalah perseteruan antara Israel dan Palestina. Kasus ini dibawa ke meja PBB tak lama setelah Perang Dunia II berakhir. Berbagai usaha telah dilakukan, namun peperangan masih terus berlangsung.

– Berbagi Solidaritas Dengan Palestina
Ikatan antara PBB dan Palestina mulai terjalin di tahun 1947, saat Sidang Umum menyatakan bahwa Palestina termasuk dalam kelompok negara Arab dan Yahudi. Kemudian pada tahun 1977, PBB membuat sebuah kegiatan solidaritas yang dimaksudkan untuk mengenang penggabungan tersebut.

Dengan adanya pengelompokan, Palestina telah secara resmi terdaftar dalam keanggotaan PBB. Maka, negara ini berhak mendapatkan perlindungan yang sama dari PBB untuk mencapai perdamaian dan kedaulatan. Namun demikian, Palestina terlibat perang dengan Israel yang seolah tak akan pernah berhenti.

Meskipun PBB telah melakukan berbagai pendekatan dan usaha rekonsiliasi, kedua pihak belum menemukan kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata. Hal ini pun diakui PBB sebagai tantangan terbesar dan terberat yang harus mereka lewati. Isu ini melibatkan rekonsiliasi dan perundingan berkali-kali dan alot.

Antonio Guterres selaku pemimpin perusahaan sbobet mobile dan Sekretaris Jendral PBB berpesan bahwa tahap negosiasi konstruktif antar kedua belah pihak harus tetap dilakukan. Jika kedua belah pihak tidak mau berdamai, maka setidaknya ada perjanjian jangka panjang yang bisa dicapai. Yerusalem akan menjadi ibu kota untuk kedua kota. Tak lupa pula beliau mengingatkan pasukan perdamaian agar mengawasi perjanjian ini.

– Acara Yang Diselenggarakan
Menjelang perayaan Hari Solidaritas dengan PBB, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengenang bagaimana rakyatnya telah tegar bertahan dalam perang selama 70 tahun. Meski dalam keadaan kritis dan terjepit, Palestina tetap mampu menghormati aturan yang berlaku dari hukum internasional dan negara sekitar.

Dirinya juga akan terus mengusahakan edukasi tentang perdamaian dan memperkokoh institusi nasional. Hal ini harus tetap berjalan, agar generasi Palestina di masa depan dapat menikmati hidup yang lebih baik. Maka tak heran bila kampanye perdamaian ini lebih banyak ditujukan kepada wanita dan kaum muda.

Jika Presiden Palestina mengutarakan langkah konkrit perdamaian, maka PBB membuat kegiatan seremonial di kantor pusatnya. Rencananya kegiatan ini akan dihadiri oleh berbagai pihak yang ikut menjaga Palestina. Beberapa perwakilan organisasi internasional juga akan membuat pernyataan untuk menjawab pertanyaan tentang kedamaian Palestina.

Selain itu juga aka nada pameran fotografi. Karya yang ditampilkan tidak akan membingkai kondisi Palestina yang memprihatinkan. Penyelenggara justru mengambil foto para tokoh dunia beserta kuote mereka yang mencerminkan solidaritas pada Palestina.

Dalam usahanya untuk menyelesaikan perseteruan antara Israel dan Palestina, PBB terasa seperti menemui jalan buntu. Tak ada tanda perdamaian dalam waktu dekat. Namun demikian, PBB terus berusaha menginisiasi rekonsiliasi pemimpin negara dari kedua pihak. Diharapkan diskusi yang berlangsung akan membawa satu titik temu yang menguntungkan semua pihak.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!