Staff Human Right Watch Dideportasi Dari Israel

Staff Human Right Watch Dideportasi Dari Israel

Staff Human Right Watch Dideportasi Dari Israel – Jika ada seseorang yang terkena deportasi, maka kemungkinan besar orang tersebut melakukan pelanggaran kriminal yang cukup berat. Namun lain halnya dengan staff Human Right Watch, Omar Shakir yang dideportasi dari Israel karena dicurigai mendukung gerakan anti kekerasan. Alasan ini tentu saja tidak cukup kuat, sehingga Omar menyatakan keberatan dan menuntut klarifikasi.

  • Dasar Hukum Yang Mendukung

Berita tentang deportasi staff Human Right Watch menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerhatian HAM. Tindakan yang diambil pemerintah Israel menempatkan mereka dalam posisi tidak baik. Nantinya, banyak orang akan menyebut Palestina sebagai negara rezim otoriter karena terlalu menutup diri dan mengambil tindakan ekstrim pada pengawas HAM internasional.

Meski demikian, keputusan deportasi ini telah diambil oleh pemerintah di jajaran tertinggi. Tentu saja ada dasar hukum yang membuat Israel berani mendeportasi Omar Shakir. Tahun 2017 yang lalu, Israel telah menetapkan hukum yang mengatur bahwa negara berhak melarang warga negara asing yang secara terbuka mendukung Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS).

Gerakan ini adalah kampanye anti kekerasan yang secara terang terangan melawan tindakan Israel yang tidak henti menekan Palestina. Gerakan ini jelas jelas menentang serangan-serangan Israel yang tidak pernah surut dan juga menolak pengawalan perdamaian dari organisasi non-pemerintahan.

  • Maju Mundur Perijinan Pengawasan Asing

Omar Shakir bukanlah orang baru dalam organisasi Human Right Watch. Bahkan, Omar sudah tinggal lebih dari dua tahun di Israel. Namun jika ditelusuri kembali, keberadaan Omar di Israel bukanlah perjuangan mudah. Israel terkesan sangat membatasi akses untuk Human Right Watch.

Israel bukanlah negara yang terbuka terhadap pengawasan internasional, terutama karena mereka terus menerus menjadi pusat perhatian atas tindakan pelanggaran HAM yang mereka lakukan terhadap para anggota dan warga Palestina. Ketika Israel akan menutup sepenuhnya akses untuk pekerja asing, Human Right Watch mengajukan banding ke Pengadilan.

Sikap Israel pun melunak dan pada akhirnya mengijinkan Human Right Watch untuk masuk ke dalam negara mereka. Namun demikian,Omar mendapatkan pertanyaan pertanyaan tajam tak lama setelah kantornya dibuka di Israel. Puncaknya, ia mendapatkan keputusan deportasi karena dianggap mendukung Gerakan DBS.

Menurut Omar, tindakan Israel dengan mendeportasi dirinya tidak akan menyurutkan langkah Human Right Watch. Di tahun ke depan, staff lainnya masih akan berdatangan dan melaksanakan tugas mereka sebagaimana mestinya. Efek dingin yang diberikan Israel kepada organisasi kemanusiaan dunia mungkin akan menjadi senjata yang berbalik menyerang tuannya.

Selain PBB, ada banyak organisasi lain yang juga bergerak dalam bidang HAM. Salah satunya adalah Human Right Watch. Organisasi ini tidak berbasis pada pemerintahan, namun memiliki dukungan yang cukup kuat di berbagai belahan dunia. Tugas utama yang dijalankan organisasi ini adalah mendeteksi tindak pelanggaran HAM dan melakukan investigasi mendalam.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!